Menu

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Internasional

Pastikan Gencatan Senjata, Wapres AS Turun Langsung ke Israel

Perbesar

Karya Indonesia – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance melakukan kunjungan resmi ke Israel untuk memastikan pelaksanaan gencatan senjata antara pemerintahan Benjamin Netanyahu dan kelompok Hamas berjalan sesuai kesepakatan.

Kunjungan ini juga bertujuan meredakan kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk pejabat AS sendiri, yang meragukan keberlanjutan kesepakatan tersebut.

“Apa yang kita saksikan pekan lalu memberi saya optimisme besar bahwa gencatan senjata akan berhasil,” ujar Vance dalam konferensi pers pada Selasa (21/10).

“Saya merasa sangat optimis. Apakah saya bisa mengatakan dengan kepastian 100 persen ini akan berhasil? Tidak,” tambahnya.

Vance menolak memberikan tenggat waktu terkait pemulangan sisa sandera Israel maupun pelucutan senjata Hamas, dengan alasan proses tersebut membutuhkan waktu.

Ia juga menegaskan kembali pernyataan Presiden Donald Trump yang berjanji akan menghancurkan Hamas bila kelompok itu melanggar perjanjian damai.

“Jika Hamas tidak mematuhi kesepakatan itu, hal-hal buruk akan terjadi. Namun saya tidak akan menetapkan tenggat waktu yang jelas, karena ini adalah situasi yang sangat kompleks,” katanya.

Pejabat AS menyebut kehadiran Vance di Israel sebagai bentuk tekanan langsung terhadap Netanyahu agar benar-benar menaati gencatan senjata.

Seorang sumber bahkan menggambarkan misi itu sebagai “Bibisitting” — permainan kata yang merujuk pada upaya AS menekan Netanyahu agar tidak menggugurkan kesepakatan.

Menurut pejabat tersebut, gencatan senjata yang kuat harus mampu bertahan lebih lama dari pertempuran yang mungkin terjadi di masa depan.

Karena itu, kunjungan Vance dilakukan segera setelah kunjungan Presiden Trump pekan lalu untuk mempertegas posisi AS.

Namun, di tengah upaya diplomasi itu, Israel dan Hamas justru saling menuduh telah melanggar gencatan senjata. Netanyahu bahkan mengklaim bahwa militer Israel telah menjatuhkan 153 ton bom ke Gaza sejak kesepakatan dimulai, dengan alasan membalas pelanggaran yang dilakukan Hamas.

Sementara itu, kantor media di Gaza melaporkan bahwa Israel telah lebih dari 50 kali melanggar perjanjian gencatan dengan melancarkan berbagai serangan udara dan darat yang menewaskan hampir 100 orang sejak 10 Oktober lalu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PBB Nilai Intervensi Militer AS di Venezuela Langgar Piagam, Picu Kecaman Publik Global

7 January 2026 - 11:23 WIB

Pakar Hukum Nilai Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS Langgar Hukum Internasional

6 January 2026 - 08:54 WIB

Sekjen PBB Telepon Maduro, Serukan Penurunan Eskalasi Usai AS Berlakukan Blokade Minyak Venezuela

18 December 2025 - 12:29 WIB

New York Tingkatkan Keamanan Perayaan Hanukkah Usai Penembakan Massal di Sydney

16 December 2025 - 19:00 WIB

Netanyahu Surati PM Australia, Peringatkan Pengakuan Palestina Picu Anti-Semitisme

15 December 2025 - 14:41 WIB

Trending on Internasional