Karya Indonesia – Anggota MPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rachel Maryam Sayidina, mendorong penguatan budaya demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Rachel Maryam saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Senin 15 Desember di Desa Sangkanhurip, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam pemaparannya, Rachel Maryam menegaskan bahwa demokrasi Indonesia memiliki karakteristik khas yang berbeda dengan demokrasi liberal.
Demokrasi Pancasila, menurutnya, menempatkan nilai musyawarah, keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman sebagai prinsip utama.
“Demokrasi Pancasila bukan sekadar soal kebebasan berpendapat, tetapi juga tanggung jawab moral, etika, dan penghormatan terhadap kepentingan bersama,” ujar Rachel Maryam.
Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya demokrasi Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sikap saling menghargai pendapat, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah merupakan wujud nyata pengamalan nilai demokrasi Pancasila.
Rachel Maryam juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, dan polarisasi di ruang publik.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar demokrasi tetap berjalan sehat dan bermartabat.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Rachel Maryam berharap masyarakat semakin memahami bahwa demokrasi yang berlandaskan Pancasila merupakan sarana untuk memperkuat persatuan bangsa, bukan sebaliknya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan berkeadilan.
