Menu ✖

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Internasional

Trump Peringatkan Iran: Opsi Militer Siap Dikerahkan Jika Negosiasi Oman Gagal

Perbesar

Karya Indonesia — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran bahwa kekuatan militer siap digunakan apabila negosiasi tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat (6/2/2026) gagal mencapai kesepakatan.

Meski tetap mengedepankan jalur diplomasi, Gedung Putih menegaskan tidak akan mentoleransi pengembangan kemampuan nuklir Teheran.

Dikutip dari Reuters, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama Trump dalam menghadapi Iran, namun bukan satu-satunya opsi.

“Diplomasi presiden selalu menjadi pilihan pertamanya ketika berurusan dengan negara-negara di seluruh dunia, baik itu sekutu maupun musuh kami,” ujar Leavitt kepada awak media.

Leavitt menegaskan kembali tuntutan eksplisit Trump agar Iran memiliki nol kemampuan nuklir. Ia juga mengingatkan bahwa selama proses negosiasi berlangsung, Amerika Serikat memiliki berbagai opsi lain di luar diplomasi.

“Ia ingin melihat apakah kesepakatan bisa dicapai. Dan selagi negosiasi ini berlangsung, saya ingin mengingatkan rezim Iran bahwa presiden memiliki banyak pilihan selain diplomasi, sebagai panglima tertinggi militer paling kuat dalam sejarah dunia,” tegasnya.

Pertemuan di Oman tersebut akan menjadi kontak tingkat tinggi pertama sejak April, mempertemukan utusan khusus Trump Steve Witkoff dan penasihat presiden Jared Kushner dengan perwakilan Iran.

Agenda utama pembicaraan adalah program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan utama antara kedua negara.

Menanggapi rencana pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi telah bertolak ke Oman pada Kamis. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran akan berpartisipasi penuh demi mencapai kesepahaman yang adil.

“Kami berharap pihak Amerika juga akan terlibat dalam proses ini dengan tanggung jawab, realisme, dan keseriusan,” ujar Baghaei.

Namun, menjelang perundingan, ketegangan justru meningkat. Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa Iran telah mengerahkan rudal balistik jarak jauh Khorramshahr 4 di fasilitas bawah tanah milik Garda Revolusi.

Langkah tersebut menjadi tantangan langsung bagi tuntutan AS yang menginginkan Iran membatasi jangkauan rudalnya secara signifikan.

Militer Iran juga mengumumkan perubahan besar dalam strategi pertahanannya. Teheran secara resmi mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif, sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap situs nuklir Iran pada tahun lalu.

Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyebut perubahan ini sebagai konsekuensi langsung dari konflik singkat yang dikenal sebagai “perang 12 hari” pada Juni 2025.

“Kami telah mengubah doktrin militer kami dari defensif menjadi ofensif dengan mengadopsi kebijakan perang asimetris dan tanggapan yang menghancurkan terhadap musuh,” kata Mousavi, seperti dikutip Russia Today (RT) saat mengunjungi fasilitas rudal bawah tanah.

Situasi yang kian memanas juga mendapat perhatian dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Ia memperingatkan bahwa Timur Tengah saat ini berada dalam kondisi sangat rapuh.

“Timur Tengah seperti ladang ranjau yang menunggu reaksi berantai yang dapat dipicu oleh eskalasi antara AS dan Iran,” ujar Lavrov, dikutip dari RT.

Meski retorika permusuhan semakin meningkat, jalur diplomasi masih terbuka. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengisyaratkan kesediaannya untuk berdialog dengan Amerika Serikat, selama pembicaraan berlangsung tanpa ancaman dan tuntutan yang dinilai tidak realistis.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rudal Hantam Kompleks Aramco, Arab Saudi Balas Gempur Sanaa

15 October 2026 - 11:04 WIB

Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Riyadh, Kantor Aramco Ikut Terdampak

14 October 2026 - 10:55 WIB

53 Jemaah Umrah di Makassar Tertunda Berangkat, Penerbangan Lanjutan ke Madinah Dibatalkan

13 October 2026 - 09:53 WIB

Tentara Yaman Serang Posisi Houthi di Marib, Rebut Dua Bukit di Taiz

12 October 2026 - 09:46 WIB

Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Islam dan Migrasi, Tak Sertakan Bukti

7 October 2026 - 10:40 WIB

Trending on Internasional