Karya Indonesia – Pasar saham Jepang melonjak ke rekor tertinggi pada perdagangan Senin, memimpin penguatan bursa Asia setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengamankan kemenangan pemilu yang bersejarah.
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa meraih supermajority atau kemenangan mutlak dua pertiga kursi di Dewan Perwakilan Rakyat yang beranggotakan 465 kursi, menurut laporan penyiar publik NHK.
Kemenangan telak tersebut disambut positif oleh pasar. Sree Kochugovindan, ekonom riset senior di Aberdeen Investments, menilai hasil pemilu ini menjadi skenario terbaik bagi pasar dalam jangka menengah.
“Kemenangan ini membuka ruang lebih luas bagi investasi strategis dan reformasi pajak yang berpotensi memperkuat pasar ekuitas Jepang,” ujarnya.
Indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 5,6% dan menembus level 57.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sementara itu, indeks Topix menguat lebih dari 3%, juga mencatatkan rekor tertinggi baru.
Di pasar mata uang, yen Jepang menguat ke level 156,88 per dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 2,274%, sementara imbal hasil obligasi tenor 20 tahun bertambah sekitar 3 basis poin ke 3,158%.
Dalam catatan terpisah, Crédit Agricole CIB menyebut pemerintahan Takaichi kini memiliki momentum kuat untuk mendorong pergeseran besar menuju kebijakan fiskal yang lebih proaktif, didukung oleh mandat publik yang jelas.
Kemenangan Takaichi juga mendapat perhatian internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat melalui platform TruthSocial.
“Dia adalah pemimpin yang sangat dihormati dan populer. Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan pemilu membuahkan hasil besar,” tulis Trump.
“Rakyat Jepang yang luar biasa, yang memilih dengan antusiasme tinggi, akan selalu mendapatkan dukungan kuat saya.”
Pemilu ini digelar setelah gejolak politik tahun lalu, ketika LDP kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi serta mengalami kekalahan di Majelis Rendah pada 2024, yang mendorong Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba, mengundurkan diri pada September.
Penguatan Jepang menular ke pasar Asia lainnya. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 4,15%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik 2,97%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,65% pada perdagangan awal, sementara kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 27.053, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.559,95.
Di Amerika Serikat, pasar saham menguat pada perdagangan Jumat lalu seiring pemulihan saham teknologi dan rebound bitcoin setelah penurunan tajam.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.206,95 poin atau 2,47% dan ditutup di 50.115,67, menandai pertama kalinya Dow Jones menembus level 50.000.
Indeks S&P 500 naik 1,97% ke 6.932,30, sementara Nasdaq Composite menguat 2,18% menjadi 23.031,21. Dengan kenaikan tersebut, S&P 500 kembali berada di zona hijau untuk tahun 2026.
Namun secara mingguan, S&P 500 masih turun 0,1%, sementara Nasdaq melemah 1,8%. Sebaliknya, Dow Jones mencatat kenaikan 2,5% dalam sepekan, ditopang rotasi investor ke saham-saham siklikal di tengah tekanan pada sektor teknologi.
