Menu ✖

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Internasional

Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Islam dan Migrasi, Tak Sertakan Bukti

Perbesar

Karya Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaitkan gelombang demonstrasi pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Prancis dengan isu Islam dan migrasi. Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Selasa (6/10/2026).

Trump menyebut aksi demonstrasi yang melibatkan puluhan ribu pelajar di sejumlah wilayah Prancis bukan semata-mata persoalan pendidikan. Ia menilai aksi tersebut berkaitan dengan migrasi dan Islam.

“Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang sudah benar-benar tidak terkendali,” tulis Trump.

Ia kemudian menambahkan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan Islam yang disebutnya ingin mengambil alih Prancis.

Namun, Trump tidak memberikan bukti yang mendukung tudingan tersebut. Hingga kini, tidak terdapat informasi yang menunjukkan bahwa gerakan protes pelajar di Prancis berkaitan dengan tuntutan keagamaan ataupun agenda identitas Islam.

Demo Pelajar Berawal dari Persoalan Pendidikan

Aksi demonstrasi pelajar di Prancis telah berlangsung sejak akhir September 2026. Para siswa memprotes sejumlah persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekolah.

Beberapa tuntutan berkaitan dengan kekurangan tenaga pengajar, jadwal pelajaran yang dianggap terlalu padat, serta kondisi sejumlah ruang kelas yang dinilai tidak memadai.

Pelajar juga menyoroti kondisi bangunan sekolah yang dianggap belum mampu menghadapi peningkatan suhu akibat cuaca panas.

Sejak aksi berlangsung, ratusan sekolah menengah atas dilaporkan mengalami pemblokiran akses oleh para pelajar. Mayoritas peserta aksi merupakan siswa berusia sekitar 15 hingga 17 tahun.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama rangkaian demonstrasi tersebut. Sementara itu, Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray menyebut sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak aksi protes.

Pernyataan Trump muncul ketika sejumlah tokoh yang berada di lingkaran gerakan Make America Great Again (MAGA) juga menggunakan demonstrasi di Prancis untuk mengangkat kembali isu migrasi dan politik sayap kanan.

Komentator MAGA Glenn Beck, misalnya, menyebut kerusuhan di Prancis sebagai peringatan bagi negara-negara Barat lainnya. Sementara komentator sayap kanan Dave Rubin mengaitkan situasi tersebut dengan kemungkinan yang menurutnya dapat terjadi di Amerika Serikat jika Partai Demokrat kembali berkuasa.

Narasi tersebut berkembang menjelang pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang. Pemilu tersebut akan menentukan posisi partai-partai politik di Kongres AS.

Di Prancis sendiri, aksi yang melibatkan pelajar dan serikat pekerja tersebut sejauh ini lebih banyak berfokus pada persoalan pendidikan dan kondisi sekolah.

Puluhan ribu orang diperkirakan kembali turun ke jalan di Paris pada Selasa (6/10/2026). Sejumlah serikat pekerja turut bergabung dalam aksi untuk menyuarakan tuntutan terkait kondisi pendidikan.

Demonstrasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan menjadi salah satu isu utama yang mendorong mobilisasi pelajar. Sementara tudingan mengenai keterkaitan aksi dengan Islam dan migrasi yang disampaikan Trump belum disertai bukti yang mendukung.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Iran Soroti Insiden Flydubai, Sebut Ada Upaya Menyudutkan Teheran

5 October 2026 - 11:12 WIB

Trump Buka Kemungkinan AS Kembali Kirim Pasukan ke Irak Jika Dibutuhkan

1 October 2026 - 11:57 WIB

Malaysia Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi, Dukung Upaya Redakan Konflik

22 September 2026 - 10:39 WIB

Sanksi AS Makin Menekan Iran, Antrean Panjang Mengular di SPBU Teheran

27 August 2026 - 12:37 WIB

Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Dianggap sebagai Musuh

24 August 2026 - 13:08 WIB

Trending on Internasional