Karya Indonesia – Israel kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah pemukiman padat penduduk di Kota Gaza, Minggu (7/9/2025).
Salah satu target serangan adalah Al Ruya Tower, gedung apartemen tujuh lantai yang menampung puluhan keluarga, hingga rata dengan tanah.
Rekaman yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi Al Jazeera memperlihatkan momen mengerikan saat ledakan menghantam bangunan di kawasan Daraj.
Menurut sumber lokal, setidaknya dua orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka akibat serangan yang juga menyasar sebuah rumah keluarga di wilayah tersebut.
Ketua Jaringan LSM Palestina, Amjad Shawa, menuturkan bahwa suasana kepanikan langsung pecah ketika Al Ruya Tower ambruk.
“Situasinya sangat menakutkan, warga berlarian ke jalan. Hari ini ratusan keluarga kehilangan tempat berlindung,” ujarnya.
Shawa juga menegaskan bahwa serangan Israel menimbulkan ketidakpastian besar bagi masyarakat Gaza. Menurutnya, upaya memaksa warga untuk mengungsi ke wilayah selatan tidak memberikan solusi karena “tidak ada tempat aman, bahkan di zona kemanusiaan sekalipun.”
Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel gencar membombardir sejumlah bangunan tinggi di Gaza City. Pada Sabtu (6/9), Menara Soussi setinggi 15 lantai hancur dihantam rudal, disusul Menara Mushtaha setinggi 12 lantai sehari sebelumnya.
Banyak warga yang tinggal di tenda-tenda darurat di sekitar lokasi gedung ikut menjadi korban luka.
Militer Israel berdalih gedung-gedung tersebut digunakan Hamas sebagai pusat aktivitas, meski tidak menyertakan bukti konkret. Hamas membantah klaim itu dan menilai Israel hanya mencari alasan untuk menyerang warga sipil.
Serangan ini menambah panjang daftar korban dan memperparah krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih terisolasi.
