Karya Indonesia — Pemerintah Malaysia menyatakan dukungan kepada Arab Saudi setelah kelompok bersenjata Houthi melancarkan serangan ke sejumlah wilayah negara tersebut. Kuala Lumpur mengecam serangan yang disebut menyasar warga sipil dan fasilitas publik.
Sikap Malaysia disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia atau Wisma Putra di Kuala Lumpur, Senin. Pemerintah Malaysia menegaskan solidaritasnya kepada Arab Saudi sekaligus mendukung hak negara tersebut untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayahnya.
Malaysia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap keselamatan masyarakat. Sikap tersebut, menurut Wisma Putra, sejalan dengan prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta ketentuan hukum internasional.
Selain mengecam serangan, Malaysia mendorong seluruh pihak mengambil langkah untuk menurunkan ketegangan di kawasan. Pemerintah Malaysia berharap konflik dapat segera dihentikan sehingga stabilitas dan keamanan regional dapat kembali terjaga.
“Malaysia sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin sejak lama dengan Pemerintah Arab Saudi dan tetap berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini demi kepentingan bersama kedua negara,” demikian pernyataan Wisma Putra.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kelompok Houthi mengumumkan operasi militer yang menyasar sejumlah lokasi di Arab Saudi pada Sabtu (19/9/2026).
Houthi menyebut terdapat dua operasi yang dilakukan dengan sasaran di wilayah Arab Saudi. Salah satu target yang disebut berada di Riyadh, ibu kota negara tersebut.
Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar fasilitas pengolahan minyak yang dioperasikan Saudi Aramco, perusahaan energi milik pemerintah Arab Saudi, di wilayah bagian barat.
Serangan tersebut menambah perhatian terhadap situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Malaysia menilai upaya diplomatik dan langkah deeskalasi diperlukan untuk mencegah konflik berkembang lebih luas.
Pemerintah Malaysia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan bilateral dengan Arab Saudi. Kerja sama kedua negara diharapkan tetap berkembang meskipun kondisi keamanan di kawasan menghadapi berbagai tantangan.
Malaysia pada saat yang sama mendorong penyelesaian konflik melalui cara-cara damai serta penghormatan terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.
