Karya Indonesia – Manajer Ducati, Davide Tardozzi, mengakui dominasi Aprilia dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi ancaman serius bagi timnya dalam persaingan MotoGP musim ini.
Aprilia menunjukkan performa impresif setelah menempatkan para pembalapnya di posisi empat besar pada balapan MotoGP Mandalika 2026. Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang, sementara pembalap tim satelit Aprilia, Trackhouse, Raul Fernandez, menempati posisi kedua.
Hasil tersebut memperlihatkan kekuatan Aprilia yang semakin kompetitif dalam menghadapi Ducati. Kondisi ini menjadi perhatian Tardozzi, terutama menjelang seri berikutnya yang akan berlangsung di Australia.
“Jika hanya melihat hasilnya, itu sukses bagi kami. Masalah sebenarnya adalah Aprilia terbukti lebih unggul, meskipun kami memperkirakan mereka tidak akan terlalu dominan,” ujar Tardozzi kepada Moto.it, seperti dikutip dari Motorcyclesports.
Menurut Tardozzi, balapan di Sirkuit Phillip Island akan menjadi ujian penting untuk mengukur kemampuan Ducati dalam menghadapi persaingan dengan Aprilia. Karakter lintasan Australia yang memiliki banyak tikungan cepat dinilai berpotensi menguntungkan motor Aprilia.
Tardozzi menilai kemampuan motor saat menikung dalam kecepatan tinggi menjadi salah satu aspek yang perlu diwaspadai Ducati. Karena itu, hasil di Phillip Island akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai peluang kedua pabrikan dalam perebutan gelar juara dunia.
“Sirkuit tersebut memiliki tikungan yang sangat cepat. Menurut saya, kondisi itu menguntungkan Aprilia ketika motor mereka mencapai sudut kemiringan maksimum,” katanya.
Meski demikian, Tardozzi tetap optimistis Ducati masih memiliki peluang untuk mempertahankan persaingan gelar juara MotoGP 2026. Ia menilai selisih poin yang relatif tipis membuat perebutan gelar masih terbuka.
“Kita lihat saja nanti. Jika kami berhasil mempertahankan diri di sana, saya pikir kejuaraan akan tetap terkendali. Masih ada 185 poin yang diperebutkan dan kami hanya tertinggal dua poin,” ujar Tardozzi.
Selain membahas persaingan teknis, Tardozzi juga menyoroti kemungkinan penerapan team order atau instruksi tim dalam perebutan gelar juara dunia.
Menurutnya, Aprilia memiliki hak untuk mengatur strategi antarpembalap apabila situasi kejuaraan membutuhkan langkah tersebut. Ia bahkan memperkirakan kebijakan itu dapat diterapkan ketika persaingan semakin ketat.
“Mereka mempunyai hak untuk memberikan perintah kepada pengendaranya, dan saya yakin mereka akan melakukan itu cepat atau lambat,” kata Tardozzi.
Ia menegaskan Ducati pun tidak menutup kemungkinan menggunakan strategi serupa. Menurutnya, kepentingan tim dalam menghadapi persaingan antarpabrikan merupakan bagian penting dari strategi kejuaraan.
Tardozzi mengatakan Ducati selama ini berupaya menjaga koordinasi di antara pembalap tim pabrikan maupun tim satelit. Ia menilai setiap pabrikan perlu memanfaatkan strategi yang tersedia untuk meningkatkan peluang meraih gelar.
“Saya juga akan melakukan hal yang sama. Di masa lalu, kami selalu mendukung pembalap satelit kami dan berusaha menjaga agar semua pembalap tetap selaras,” ujarnya.
Dominasi Aprilia di Mandalika menjadi sinyal bahwa persaingan MotoGP 2026 semakin ketat. Seri Australia di Phillip Island pun berpotensi menjadi momentum penting bagi Ducati untuk menguji daya saingnya sekaligus menjaga peluang dalam perburuan gelar juara dunia.
