Menu ✖

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Internasional

Rudal Hantam Kompleks Aramco, Arab Saudi Balas Gempur Sanaa

Perbesar

Karya Indonesia – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat setelah serangan rudal menghantam kompleks perusahaan minyak negara Saudi Aramco di Dhahran, Provinsi Timur, Selasa (13/10/2026).

Pada hari yang sama, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap sejumlah lokasi di Sanaa, ibu kota Yaman yang berada di bawah kendali Houthi.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan serangan terhadap salah satu gedung administrasi Aramco menyebabkan kebakaran dalam skala terbatas. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

Namun, sumber di lingkungan perusahaan yang dikutip Reuters menyebut sebuah rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Aramco. Serangan tersebut dilaporkan merusak tiga lantai teratas sebuah gedung dan memicu kebakaran.

Kompleks Aramco di Dhahran memiliki peran penting karena menjadi pusat pengoperasian jaringan energi perusahaan, termasuk fasilitas minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa, kilang, hingga terminal ekspor.

Serangan tersebut terjadi ketika Houthi meningkatkan intensitas serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi.

Kelompok yang didukung Iran itu disebut telah melancarkan serangkaian serangan selama sekitar satu pekan. Aksi tersebut dikaitkan dengan dukungan Riyadh terhadap pasukan pemerintah Yaman dalam konflik yang kembali memanas.

Situasi semakin tegang setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga Sanaa untuk menjauh dari kawasan yang disebut memiliki depot penyimpanan minyak sebelum serangan udara dilakukan.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menuding Houthi memanfaatkan fasilitas perusahaan minyak Yaman, termasuk depot bahan bakar bawah tanah, untuk menyimpan rudal dan pesawat nirawak.

Media yang dikelola Houthi, Al Masirah, melaporkan sejumlah serangan udara mengenai stasiun pusat Sabah milik Yemen Petroleum Company serta sebuah depot bahan bakar di sekitar Sanaa.

Ledakan juga terdengar di sejumlah bagian ibu kota Yaman tersebut berdasarkan laporan warga.

Koalisi Arab Saudi menyatakan operasi militer dilakukan untuk mengurangi kemampuan Houthi yang dinilai dapat mengancam keamanan Arab Saudi, Yaman, serta jalur pelayaran internasional.

Sebelumnya, pihak Houthi telah memperingatkan bahwa serangan terhadap Sanaa akan mendapatkan balasan.

Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan kelompoknya akan memberikan respons keras apabila Arab Saudi menyerang ibu kota Yaman.

Houthi juga sebelumnya menyebut kompleks Aramco di Dhahran dan fasilitas pengolahan minyak di Riyadh sebagai lokasi yang berpotensi menjadi sasaran. Kelompok tersebut turut mengimbau pekerja sektor minyak Arab Saudi untuk menjauh dari fasilitas yang dianggap strategis.

Di sisi lain, perusahaan minyak Yaman menyatakan fasilitas penyimpanannya dalam kondisi kosong sehingga serangan tidak akan berdampak terhadap cadangan maupun distribusi minyak kepada masyarakat.

Meski demikian, laporan dari lapangan menyebut antrean kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Sanaa. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terganggunya pasokan bahan bakar.

Kabinet Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelumnya telah memperingatkan Houthi mengenai konsekuensi dari serangan berulang terhadap wilayah kerajaan.

Pemerintah Saudi menegaskan keamanan nasional dan kebebasan navigasi di kawasan Laut Merah serta Selat Bab al-Mandab menjadi kepentingan yang tidak dapat ditoleransi untuk diganggu.

Serangan Houthi juga dilaporkan berdampak terhadap sektor penerbangan Arab Saudi. Data Cirium yang dikutip Associated Press menunjukkan lebih dari 3.120 penerbangan sejak 8 Oktober mengalami pembatalan atau tidak beroperasi, atau sekitar 41 persen dari total keberangkatan yang dijadwalkan.

Serangan terhadap Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu (10/10) juga dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, puing-puing dua rudal Houthi yang berhasil dicegat dilaporkan jatuh di kawasan permukiman Riyadh. Insiden tersebut menyebabkan empat orang terluka dan sekitar 15 rumah mengalami kerusakan.

Eskalasi konflik juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan dan energi internasional.

Sedikitnya tiga kapal dilaporkan terkena serangan proyektil di sekitar Selat Hormuz pada Minggu (11/10). Hingga laporan tersebut disusun, belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara di Yaman, pertempuran di sekitar Taiz dilaporkan menyebabkan enam orang meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan konflik berkepanjangan di Yaman telah memperburuk kondisi kemanusiaan, termasuk meningkatnya pengungsian dan keterbatasan kebutuhan pokok. Harga pangan juga dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 50 persen.

Arab Saudi telah meminta dukungan militer yang lebih besar dari Amerika Serikat untuk menghadapi ancaman Houthi.

Namun, hingga kini Washington disebut masih membatasi dukungannya pada pertukaran informasi intelijen, bantuan identifikasi sasaran, serta perencanaan operasi militer.

Eskalasi terbaru menunjukkan konflik antara Arab Saudi dan Houthi tidak hanya berdampak pada keamanan kedua pihak, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan jalur perdagangan energi global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Riyadh, Kantor Aramco Ikut Terdampak

14 October 2026 - 10:55 WIB

53 Jemaah Umrah di Makassar Tertunda Berangkat, Penerbangan Lanjutan ke Madinah Dibatalkan

13 October 2026 - 09:53 WIB

Tentara Yaman Serang Posisi Houthi di Marib, Rebut Dua Bukit di Taiz

12 October 2026 - 09:46 WIB

Trump Kaitkan Demo Pelajar Prancis dengan Islam dan Migrasi, Tak Sertakan Bukti

7 October 2026 - 10:40 WIB

Iran Soroti Insiden Flydubai, Sebut Ada Upaya Menyudutkan Teheran

5 October 2026 - 11:12 WIB

Trending on Internasional