Karya Indonesia – Langkah Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak semifinal setelah takluk 0-2 dari Spanyol.
Kekalahan ini bukan hanya menggagalkan ambisi Les Bleus melaju ke final, tetapi juga menjadi catatan kelam karena untuk pertama kalinya dalam 16 tahun mereka kalah dengan selisih dua gol di ajang Piala Dunia.
Sepanjang turnamen, Prancis tampil sebagai salah satu tim paling meyakinkan. Pasukan Didier Deschamps dikenal memiliki lini serang tajam, pertahanan disiplin, serta permainan menyerang yang efektif sejak fase grup hingga perempat final.
Namun, semua keunggulan tersebut seolah menghilang saat menghadapi Spanyol di AT&T Stadium, Arlington.
La Furia Roja tampil lebih matang dan disiplin. Gol yang dicetak Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengantarkan Spanyol melaju ke partai final.
Pertahanan Spanyol Sulit Ditembus
Prancis kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya gagal menemukan ruang untuk menciptakan peluang berbahaya akibat rapatnya organisasi pertahanan Spanyol.
Lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Fabian Ruiz menjadi kunci keberhasilan La Roja. Keduanya aktif memutus aliran bola sebelum memasuki area pertahanan, sehingga serangan Prancis kerap kandas bahkan sebelum mencapai sepertiga akhir lapangan.
Selain disiplin menjaga posisi, para pemain Spanyol juga tampil cerdas dalam membaca arah umpan dan menutup ruang gerak lawan. Hasilnya, sejumlah skema serangan cepat yang biasanya menjadi andalan Prancis tidak mampu berkembang.
Di sisi lain, Spanyol tampil efektif setiap kali memperoleh peluang. Mereka tidak banyak menciptakan kesempatan, tetapi mampu memaksimalkan momen penting. Gol pembuka lahir melalui Mikel Oyarzabal, sedangkan Pedro Porro memastikan kemenangan setelah memanfaatkan celah di lini belakang Prancis.
Catatan Buruk Les Bleus
Kekalahan dua gol dari Spanyol menjadi hasil paling buruk yang dialami Prancis di Piala Dunia sejak edisi 2010 di Afrika Selatan.
Saat itu, Les Bleus kalah 0-2 dari Meksiko pada fase grup, sebelum kembali tumbang 1-2 dari tuan rumah Afrika Selatan. Sejak turnamen tersebut, Prancis tidak pernah lagi kalah dengan selisih lebih dari satu gol di Piala Dunia.
Pada edisi 2014, perjalanan mereka dihentikan Jerman di babak perempat final melalui kekalahan tipis 0-1.
Empat tahun kemudian, Prancis justru tampil gemilang dengan merebut gelar juara dunia tanpa sekali pun menelan kekalahan sepanjang turnamen.
Sementara pada Piala Dunia 2022, Prancis memang mengalami dua kekalahan, yakni 0-1 dari Tunisia di fase grup dan 3-4 dari Argentina pada partai final. Namun, kedua hasil tersebut tetap berlangsung dengan selisih satu gol.
Misi Juara Kandas
Kekalahan dari Spanyol sekaligus mengakhiri harapan Prancis untuk kembali tampil di final Piala Dunia dan memperjuangkan gelar juara.
Sebaliknya, kemenangan ini semakin menegaskan kekuatan Spanyol sebagai salah satu tim terbaik di turnamen. Penampilan disiplin, organisasi permainan yang rapi, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi modal penting La Roja untuk menghadapi partai final.
Bagi Prancis, hasil ini menjadi bahan evaluasi besar. Setelah tampil dominan sepanjang kompetisi, Les Bleus harus mengakui keunggulan Spanyol yang tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal di laga penentuan.
