Karya Indonesia – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, DPR RI, Rachel Maryam Sayidina mengajak masyarakat untuk terus memperkuat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat.
Pesan tersebut disampaikan Rachel dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila terhadap Perkembangan Zaman” pada hari Minggu 13 September 2026.
Menurut Rachel, kemajuan teknologi dan perubahan sosial memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
Ia menilai Pancasila tidak hanya perlu dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan kita. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, nilai-nilai Pancasila jangan sampai ditinggalkan,” ujar Rachel dalam kegiatan tersebut.
Rachel menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, memperoleh informasi, hingga berinteraksi di ruang publik. Kondisi tersebut menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan teknologi.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Sikap saling menghormati juga penting untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat yang semakin mudah muncul di media sosial.
“Jangan sampai perkembangan teknologi justru membuat kita semakin mudah terpecah. Kita harus tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan mengedepankan sikap gotong royong,” katanya.
Pancasila Relevan di Era Digital
Rachel mengatakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan di era modern.
Nilai Ketuhanan mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati dalam menjalankan keyakinan. Nilai kemanusiaan mendorong masyarakat memperlakukan orang lain secara adil dan bermartabat.
Sementara itu, nilai persatuan menjadi semakin penting di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Adapun nilai musyawarah dan keadilan sosial dapat menjadi pedoman dalam menyelesaikan persoalan bersama serta membangun kehidupan yang lebih adil.
“Perkembangan zaman boleh berubah, teknologi boleh semakin maju, tetapi nilai-nilai yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa harus tetap kita jaga,” jelasnya.
Rachel juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut memanfaatkan perkembangan digital untuk kegiatan yang produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebangsaan. Kreativitas dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus berjalan beriringan dengan karakter, etika, serta rasa tanggung jawab sebagai warga negara.
Dalam kegiatan tersebut, Rachel juga mengingatkan kembali pentingnya memahami Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Pemahaman terhadap Empat Pilar, kata dia, diperlukan agar masyarakat memiliki fondasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, politik, ekonomi, dan teknologi.
Ia menekankan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan kehidupan berbangsa yang harmonis.
“Indonesia dibangun dari keberagaman. Karena itu, mari kita rawat persatuan dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan,” ujarnya.
Rachel berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun ruang digital.
Dengan penguatan nilai-nilai Pancasila, masyarakat diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Pancasila harus kita hidupkan dalam tindakan nyata. Dengan begitu, kita bisa maju mengikuti perkembangan zaman sekaligus tetap menjaga karakter dan identitas bangsa,” pungkas Rachel.
