Karya Indonesia – Pemerintah Iran menilai insiden penerbangan Flydubai yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi telah direkayasa secara ceroboh untuk mengarahkan tuduhan kepada Iran atau pihak lain di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tuduhan terhadap Iran muncul tanpa didukung informasi yang dapat diverifikasi.
Ia menilai insiden tersebut justru berpotensi dimanfaatkan untuk menciptakan ketidakamanan dan membangun narasi yang menyudutkan Teheran.
“Seperti kasus pangkalan udara Fairford, pangkalan yang digunakan AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Atau penerbangan flydubai. Saya rasa bahkan anak-anak prasekolah pun memahami betapa cerobohnya hal itu dirancang untuk menimbulkan ketidakamanan dan menyalahkan Iran atau pihak lain,” kata Baghaei, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah penerbangan Flydubai rute Dubai-Tel Aviv mengalami insiden serius di dalam pesawat pada Rabu. Pesawat kemudian mengirimkan sinyal darurat dan mengalihkan penerbangan untuk melakukan pendaratan di Arab Saudi.
Flydubai sebelumnya mengonfirmasi adanya perkelahian antara pilot selama penerbangan. Sejumlah laporan media menyebut insiden tersebut melibatkan kopilot yang diduga menyerang kapten pesawat.
Sejumlah penumpang juga memberikan kesaksian mengenai terjadinya keributan di kokpit. Menurut laporan yang dikutip RIA Novosti, dua pilot Flydubai lainnya yang kebetulan berada di antara penumpang kemudian membantu mengambil alih situasi.
Pesawat selanjutnya dialihkan dan berhasil mendarat dengan aman di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
Insiden tersebut kemudian mendapat perhatian dari otoritas Israel. Pemerintah Israel menyebut kejadian itu sebagai dugaan upaya serangan teroris.
Kantor Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab (UEA), yang menangani penyelidikan, juga menyatakan temuan awal mengarah pada dugaan adanya upaya aksi teror.
Menurut keterangan kejaksaan, kopilot diduga menyerang kapten menggunakan kapak darurat yang merupakan perlengkapan standar pesawat. Pelaku juga disebut berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Meski demikian, penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung. Otoritas terkait belum mengungkap seluruh hasil investigasi mengenai motif maupun latar belakang tindakan yang terjadi di dalam kokpit.
Iran sendiri membantah adanya keterlibatan dalam insiden tersebut. Baghaei mempertanyakan dasar tuduhan yang mengaitkan kejadian itu dengan Iran dan menilai kesimpulan yang terburu-buru justru dapat memperburuk ketegangan di kawasan.
Pernyataan Teheran tersebut muncul di tengah situasi Timur Tengah yang masih diwarnai ketegangan dan saling tuding antara sejumlah negara. Iran menegaskan bahwa setiap tuduhan terhadap negaranya semestinya didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi, bukan spekulasi atau narasi yang belum terkonfirmasi.
