Karya Indonesia – Pasar saham Indonesia melemah pada perdagangan Senin (8/9/2025) setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih.
Salah satu perubahan besar terjadi di kursi Menteri Keuangan, di mana Sri Mulyani Indrawati resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Kabar perombakan kabinet yang diumumkan siang hari langsung direspons negatif oleh pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 1,28% pada sesi II perdagangan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal ke depan.
Sri Mulyani merupakan sosok yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun di Kementerian Keuangan. Namanya identik dengan transparansi, penguatan institusi keuangan, dan stabilitas fiskal.
Ia berperan penting menjaga perekonomian Indonesia di masa krisis global 2008 maupun saat pandemi Covid-19.
Selain itu, rekam jejaknya di level internasional semakin memperkuat reputasi Indonesia di mata dunia. Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia, yang membuat investor global menaruh kepercayaan pada kebijakan fiskal Indonesia.
“Pasar melihat kepergian Sri Mulyani sebagai kehilangan figur kredibel yang sudah lama menjadi jangkar stabilitas ekonomi,” ujar salah satu analis pasar modal di Jakarta.
Presiden Prabowo menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan baru. Purbaya sebelumnya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan dikenal sebagai ekonom yang dekat dengan pemerintahan.
Reshuffle kali ini merupakan yang pertama sejak Prabowo resmi memimpin Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2024. Namun, perubahan besar di kursi keuangan dinilai menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan fiskal akan tetap dijalankan secara hati-hati dan berkelanjutan. Investor kini menantikan langkah awal Purbaya dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar di tengah gejolak pasca-reshuffle.
