Karya Indonesia – Tim Nasional Argentina akan menghadapi ujian berat saat berjumpa Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Meski lebih diunggulkan, La Albiceleste diprediksi tidak akan mudah menghadapi tim Afrika yang tengah menikmati performa impresif.
Argentina tampil meyakinkan sepanjang turnamen dengan menyapu bersih fase grup melalui kemenangan atas Aljazair, Austria, dan Yordania.
aTim asuhan Lionel Scaloni juga dinilai sebagai salah satu kandidat kuat juara berkat permainan berbasis penguasaan bola, kreativitas lini tengah, serta ketajaman lini serang.
Meski demikian, kemenangan dramatis atas Tanjung Verde melalui babak perpanjangan waktu menjadi peringatan bahwa lini pertahanan Argentina masih dapat dieksploitasi, terutama saat menghadapi serangan balik cepat.
Menghadapi Mesir yang dikenal disiplin dalam bertahan, Argentina dituntut tampil fokus sejak menit awal agar tidak kembali terjebak dalam pertandingan yang berlangsung hingga extra time.
Di kubu lawan, Mesir datang dengan kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk The Pharaohs itu sukses mencatat sejarah dengan mencapai babak 16 besar setelah melewati grup berat, termasuk menahan imbang Belgia dan mengalahkan Selandia Baru.
Mental bertanding Mesir juga semakin teruji usai menyingkirkan Australia melalui adu penalti di fase gugur. Kedisiplinan bertahan, semangat juang tinggi, serta efektivitas serangan balik menjadi kekuatan utama yang akan kembali diandalkan.
Pertandingan ini juga diprediksi menjadi panggung duel dua bintang dunia, Lionel Messi dan Mohamed Salah.
Messi tengah berada dalam performa luar biasa dengan catatan selalu mencetak gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia secara beruntun dan telah mengoleksi 12 gol sepanjang turnamen. Sementara itu, Salah menjadi motor permainan Mesir dan diharapkan mampu memanfaatkan setiap celah di lini belakang Argentina.
Secara statistik, Argentina tampil lebih produktif dengan torehan 21 gol dari 10 pertandingan terakhir atau rata-rata 2,1 gol per laga. Mesir lebih mengandalkan efektivitas permainan dengan rata-rata mencetak 1,2 gol per pertandingan.
Keunggulan lain bagi Argentina adalah kondisi skuad yang relatif lengkap. Scaloni diperkirakan dapat menurunkan komposisi terbaiknya, termasuk trio lini tengah Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister, serta duet lini depan Messi dan Lautaro Martínez.
Sebaliknya, Mesir masih dibayangi kondisi kebugaran dua pemain bertahannya, Ahmed Fatouh dan Mohamed Abdelmonem, yang diragukan tampil akibat cedera.
Dari sisi sejarah pertemuan, Argentina memiliki rekor sempurna atas Mesir dengan memenangkan dua laga sebelumnya tanpa pernah kebobolan dan mencetak total delapan gol.
Meski Argentina tetap difavoritkan untuk menguasai jalannya pertandingan, Mesir diperkirakan mampu memberikan perlawanan sengit melalui organisasi pertahanan yang rapat, bola mati, serta serangan balik cepat yang dipimpin Mohamed Salah.
Prediksi Susunan Pemain
Argentina: Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Facundo Medina; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister; Thiago Almada; Lionel Messi, Lautaro Martínez.
Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Rami Rabia, Karim Hafez; Hamdy Fathy, Marawan Attia; Mostafa Zico, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush.
