Menu ✖

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Hukum

DPR RI Resmi Sahkan RKUHAP 2025, Ini 14 Point Penting Yang Akan Berlaku Januari Mendatang!

Perbesar

Karya Indonesia — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna yang digelar pada Selasa (18/11/2025).

Pengesahan dilakukan setelah Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta persetujuan seluruh fraksi seusai mendengar laporan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

“Tibalah saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap RUU KUHAP apakah dapat disetujui menjadi UU?” tanya Puan. Seluruh peserta rapat kemudian secara kompak menyatakan “Setuju”.

Puan menegaskan bahwa laporan hasil pembahasan KUHAP baru yang disampaikan Komisi III telah cukup jelas. Ia juga berharap publik tidak termakan informasi menyesatkan yang beredar selama proses legislasi berlangsung.

“Penjelasan dari Ketua Komisi III saya kira cukup bisa dipahami dan dimengerti sekali. Jadi hoaks-hoaks yang beredar itu, semua hoaks itu tidak betul. Semoga kesalahpahaman dan ketidakmengertian bisa kita pahami bersama,” ujarnya.

14 Poin Pembaruan dalam KUHAP Baru

Selama masa pembahasan, Panitia Kerja RUU KUHAP menyepakati 14 substansi utama yang menjadi kerangka penyempurnaan hukum acara pidana nasional. Adapun poin-poin tersebut meliputi:

Penyesuaian hukum acara pidana dengan perkembangan hukum nasional dan internasional.

Penyesuaian nilai hukum acara pidana sesuai KUHP baru yang menekankan pendekatan restoratif, rehabilitatif, dan restitutif.

Penegasan prinsip diferensiasi fungsional antara penyidik, penuntut umum, hakim, advokat, dan pemimpin masyarakat.

Perbaikan kewenangan penyelidik, penyidik, dan penuntut umum serta penguatan koordinasi antarlembaga.

Penguatan hak tersangka, terdakwa, korban, dan saksi, termasuk perlindungan dari ancaman dan kekerasan.

Penguatan peran advokat sebagai bagian integral sistem peradilan pidana.

Pengaturan mekanisme keadilan restoratif.

Perlindungan khusus bagi kelompok rentan seperti disabilitas, perempuan, anak, dan lansia.

Penguatan perlindungan penyandang disabilitas dalam seluruh tahapan pemeriksaan.

Perbaikan pengaturan upaya paksa dengan memperkuat asas due process of law.

Pengenalan mekanisme hukum baru seperti pengakuan bersalah dan penundaan penuntutan korporasi.

Pengaturan pertanggungjawaban pidana korporasi.

Pengaturan hak kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi bagi korban atau pihak yang dirugikan.

Modernisasi hukum acara pidana untuk mewujudkan peradilan yang cepat, sederhana, transparan, dan akuntabel.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Pendidikan Gratis di PTN

24 September 2026 - 09:19 WIB

MK Kembali Sidangkan Sengketa Pilpres 2024, Pemohon Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran

22 September 2026 - 10:54 WIB

Gerindra Gerakkan Kader Dukung Indonesia ASRI, Aksi Lingkungan Digelar Serentak di Lima Wilayah Jakarta

21 September 2026 - 16:32 WIB

Kepala BGN Sudaryono Makan MBG Bersama Siswa SDK St Arnoldus Penfui di Kupang

18 September 2026 - 19:46 WIB

Geruduk Gedung KPK, Mahasiswa Madura Desak Kepala Bea Cukai Novian Dermawan Diperiksa Terkait Skandal Rokok Ilegal

18 September 2026 - 10:15 WIB

Trending on Hukum