Karya Indonesia – Permainan domino yang selama ini identik sebagai hiburan santai kini mulai naik kelas. Turnamen nasional bertajuk Surabaya Domino Tournament 2026 siap digelar dengan total hadiah mencapai Rp200 juta.
Event ini akan berlangsung pada 18–19 April 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, dengan target peserta sebanyak 1.536 orang atau 768 pasangan dari berbagai daerah di Indonesia.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan bahwa domino tidak lagi sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan mulai berkembang sebagai olahraga berbasis strategi atau mind sport.
Turnamen ini diinisiasi oleh Higgs Games Island (HGI) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem domino yang lebih terstruktur dan profesional di Indonesia.
Selama ini, domino kerap dipandang sebagai permainan rakyat tanpa standar kompetisi yang jelas. Namun melalui ajang ini, domino didorong untuk sejajar dengan olahraga strategi lain seperti catur.
“Kami ingin domino naik kelas menjadi olahraga pikiran yang memiliki standar kompetisi yang jelas dan bisa berkembang hingga level nasional bahkan global,” ujar perwakilan HGI, Ray.
Daya tarik utama turnamen ini juga terletak pada total hadiah yang disiapkan, yakni mencapai Rp200 juta. Nilai tersebut tergolong besar untuk kompetisi berbasis permainan, sekaligus menunjukkan keseriusan dalam mendorong domino sebagai cabang olahraga profesional.
Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Domino (PORDI) Indonesia Jawa Timur, M. Alyas, menegaskan bahwa seluruh hadiah berasal dari sponsor, bukan dari biaya pendaftaran peserta.
“Seluruh pembiayaan, termasuk hadiah, disponsori oleh HGI. Secara syariah, biaya pendaftaran tidak digunakan untuk hadiah, melainkan hanya untuk mendukung operasional pelaksanaan,” jelasnya.
Turnamen ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur, Indonesia Esports Association Jawa Timur, serta pemerintah daerah.
Dengan skala nasional dan dukungan luas, ajang ini menjadi langkah penting dalam mengubah citra domino di Indonesia menjadi olahraga yang lebih profesional, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.
