Karya Indonesia – Kisah Akbar Varel Areva menjadi cermin nyata bahwa akses pendidikan yang inklusif mampu mengubah arah hidup seseorang. Berasal dari keluarga sederhana—anak seorang pengemudi ojek online di Bantar Gebang. Akbar sempat berada di titik di mana masa depannya terasa buntu akibat putus sekolah.
Namun, kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi titik balik penting. Melalui kesempatan kedua ini, Akbar tidak hanya kembali ke bangku pendidikan sebagai siswa SRMA 13 Bekasi, tetapi juga mulai menemukan potensi dirinya, khususnya di bidang data dan teknologi—sebuah sektor yang sangat relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih dari sekadar tempat belajar, Sekolah Rakyat berperan sebagai ruang pemulihan harapan. Dengan dukungan fasilitas, lingkungan yang setara, serta pendekatan pendidikan yang inklusif, program ini membuka akses bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali bermimpi dan merancang masa depan mereka.
Kisah Akbar juga menegaskan bahwa ketimpangan akses pendidikan masih menjadi tantangan, namun bukan tanpa solusi. Intervensi yang tepat dari negara melalui program seperti Sekolah Rakyat mampu menjadi jembatan bagi generasi muda yang sempat terpinggirkan untuk kembali berdaya.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi tentang membuka peluang dan bagi Akbar, peluang itu kini kembali terbuka.
