Karya Indonesia — Kementerian Kesehatan RI resmi memulai pencanangan imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi langkah strategis untuk melindungi kelompok berisiko tinggi sekaligus menekan penyebaran campak di fasilitas layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa imunisasi ini menyasar puluhan ribu tenaga medis dan ratusan ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan angka kasus campak tertinggi.
Selain itu, lebih dari 28 ribu dokter internship di seluruh Indonesia juga menjadi bagian dari program ini.
Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan yang sangat rentan terpapar virus, sehingga perlindungan melalui vaksinasi menjadi krusial.
“Imunisasi MR diharapkan tidak hanya melindungi tenaga kesehatan, tetapi juga membantu mempercepat pengendalian kasus campak secara nasional,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta.
Data surveilans Kemenkes menunjukkan tren kasus campak nasional mengalami penurunan signifikan. Pada awal tahun 2026, kasus sempat mencapai lebih dari dua ribu dalam satu minggu, namun berangsur turun menjadi di bawah dua ratus kasus pada pekan ke-13.
Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama di wilayah dengan tingkat kasus tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.
Program imunisasi ini juga berjalan beriringan dengan percepatan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah terdampak. Beberapa wilayah bahkan telah mencatat capaian signifikan, termasuk Depok yang mencapai 100 persen.
Pelaksanaan imunisasi dimulai pada 10 April 2026 di rumah sakit tempat tenaga kesehatan bertugas, dengan dosis 0,5 ml yang diberikan secara subkutan.
Pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi sebelumnya, mulai dari tanpa tambahan dosis hingga pemberian dua dosis lengkap bagi yang belum pernah divaksin.
Kick-off program ini dilakukan serentak di enam rumah sakit rujukan, di antaranya RSUP H. Adam Malik, RSUP Dr. Mohammad Hoesin, dan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso.
Direktur Utama RSUP H. Adam Malik, Zainal Safri, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai imunisasi ini penting untuk mencegah kasus campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan, yang belum tentu memiliki perlindungan optimal dari imunisasi sebelumnya.
Di sisi lain, pihak rumah sakit juga memastikan kesiapan pelayanan vaksinasi bagi tenaga kesehatan. Seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, Rizky, menyebut vaksinasi ini memberikan perlindungan ganda, baik bagi tenaga kesehatan sendiri maupun pasien yang mereka tangani.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta lingkungan layanan kesehatan yang lebih aman, sekaligus mempercepat upaya eliminasi campak di Indonesia secara menyeluruh.
