Karya Indonesia – Buku berjudul Melampaui Batas: Sherly Tjoanda Laos & Konstruksi Sosial Kepemimpinan Perempuan di Maluku Utara karya Dr. Nurul Kamaliah Umasangaji resmi diluncurkan dan dibedah di Universitas Mulawarman (UNMUL), Rabu (12/8/2026).
Karya yang diterbitkan pada 2026 tersebut mengangkat fenomena terpilihnya Sherly Tjoanda Laos sebagai gubernur perempuan pertama di Provinsi Maluku Utara melalui Pilkada 2024. Sherly memperoleh 51,68 persen suara atau 359.416 suara.
Namun, buku ini tidak sekadar membahas kemenangan elektoral tersebut. Penulis mengkaji bagaimana seorang perempuan dapat memperoleh penerimaan, legitimasi, dan otoritas di ruang politik, khususnya dalam konteks masyarakat Maluku Utara.
Dalam kajiannya, Nurul Kamaliah melihat perjalanan sosial dan politik Sherly sebagai bagian penting dari proses terbentuknya kepemimpinan. Pengalaman selama sekitar lima tahun di Morotai menjadi salah satu modal sosial yang dibangun secara mandiri.
Di sisi lain, penulis juga mengakui adanya legitimasi awal yang berkaitan dengan figur almarhum Benny Laos. Menurut perspektif yang ditawarkan buku tersebut, persoalan penting berikutnya adalah bagaimana legitimasi awal itu berkembang menjadi otoritas politik yang lebih mandiri.
Buku ini sekaligus memberikan perhatian terhadap kondisi struktural perempuan dalam politik di Maluku Utara. Terpilihnya seorang perempuan sebagai gubernur dipandang bukan hanya sebagai kemenangan seorang individu, tetapi juga sebagai peristiwa penting dalam perjalanan kepemimpinan perempuan di daerah tersebut.
Dalam diskusi, buku Melampaui Batas diharapkan dapat menjadi bahan refleksi mengenai demokrasi lokal, gender, dan masa depan kepemimpinan perempuan di Indonesia Timur.
Penulis juga menyisakan sejumlah pertanyaan penting. Salah satunya adalah apakah legitimasi yang pada awalnya diperoleh melalui keterkaitan dengan figur tertentu dapat berkembang menjadi earned legitimacy atau legitimasi yang benar-benar diperoleh melalui kapasitas dan kinerja politik.
Pertanyaan lainnya adalah apakah kepemimpinan perempuan tersebut mampu meninggalkan warisan kelembagaan yang dapat bertahan melampaui satu periode pemerintahan.
Dengan demikian, peluncuran dan bedah buku tersebut tidak hanya menjadi agenda literasi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan, pengalaman politik, budaya lokal, serta refleksi mengenai perubahan sosial dan demokrasi.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh dari berbagai perguruan tinggi. Di antaranya Kaprodi S3 Sosiologi Universitas Hasanuddin Dr. Rahmat Muhammad, M.Si., Wakil Dekan I Universitas Sawerigading Dr. Irwan, M.Pd., Kaprodi Pembangunan Sosial UNMUL Dr. Muhammad Arifin, M.Hum., serta alumni Magister Ilmu Politik di Turki Tharia Nurizky Putri, B.A., M.A.
Turut hadir Guru Besar dari Palopo Prof. Dr. Arlin Adam dan Prof. Andi Alim, Kaprodi S3 Ilmu Politik UNHAS Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, M.Si., serta Wakil Dekan I FISIP UNMUL Dr. Rina Juwita, S.IP., MHRIR.
Dari Maluku Utara, hadir Kepala LP2M Universitas Khairun Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si., serta JOGUGU Kesultanan Bacan, Juru Ra Kesultanan Bacan, Muhammad Ichwan Iskandar Alam yang merupakan kerabat Kesultanan Bacan.
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor I UNMUL Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si. Acara tersebut juga dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah XI Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si.
Melalui buku ini, pengalaman politik di Maluku Utara ditempatkan sebagai sumber pengetahuan yang relevan untuk memahami perubahan sosial, demokrasi, gender, dan kepemimpinan di Indonesia.
Semangat utama yang dibawa Melampaui Batas adalah bahwa melampaui batas bukan berarti menghancurkannya, melainkan membangun ruang sosial yang membuat batas-batas tersebut tidak lagi menjadi penghalang bagi perempuan untuk berpartisipasi dan memimpin.
