Karya Indonesia — Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran dengan mengancam akan menghancurkan kapal-kapalnya jika mendekati blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Ancaman tersebut disampaikan Trump pada Senin (14/4/2026), menyusul keputusan militer AS untuk memulai blokade jalur maritim strategis tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa blokade akan mulai diberlakukan pada Senin pukul 14.00 waktu setempat, sebagai tindak lanjut dari arahan langsung Presiden.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa setiap kapal Iran yang mencoba mendekati wilayah blokade akan menghadapi tindakan militer.
“Peringatan: Jika ada kapal Iran yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi,” tulis Trump.
Negosiasi Gagal, Ketegangan Meningkat
Eskalasi ini terjadi setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan.
Pertemuan yang berlangsung sejak Sabtu di Islamabad itu merupakan bagian dari upaya melanjutkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan yang diumumkan Trump pada 8 April.
Namun, Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi Washington, menyatakan bahwa pembicaraan tidak membuahkan hasil.
Ia mengonfirmasi bahwa delegasi AS telah kembali ke negaranya tanpa mencapai kesepakatan dengan pihak Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global.
Kebijakan blokade ini berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah serta berdampak signifikan terhadap stabilitas energi global.
