Karya Indonesia — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka menyatakan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan Festival Dongeng Mandar 2027 yang akan digelar di Pambusuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Dukungan tersebut disampaikan Suhardi Duka saat menerima audiensi Komunitas Tutur Pandongeng di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Mamuju, Kamis (17/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Komunitas Tutur Pandongeng memaparkan rencana pelaksanaan Festival Dongeng Mandar 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Juli 2027.
Ketua Tutur Pandongeng, Ainur Basirah Mulya, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di Sulawesi Barat, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya akan menjadi agenda sesaat, tetapi diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui festival, komunitas juga ingin mengambil bagian dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
“Kami berharap Tutur Pandongeng menjadi bagian kecil dari masyarakat yang membantu meningkatkan budaya literasi yang hingga kini semakin kurang di masyarakat. Hadirnya festival ini menjadi ajang yang baik bagi pelajar dan pemuda untuk mengembangkan skill dan kemampuan mereka,” ujar Ainur.
Ia berharap Gubernur Sulawesi Barat dapat hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Festival Dongeng Mandar 2027.
“Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan memberikan dukungan dalam rangkaian kegiatan tersebut,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Suhardi Duka menyambut baik rencana Festival Dongeng Mandar 2027. Ia menilai kegiatan yang digagas komunitas literasi dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
“Insyaallah, untuk pelaksanaan festival, kita dukung penuh. Segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk bersinergi dalam program yang sudah dicanangkan,” kata Suhardi.
Suhardi juga mendorong agar komunitas dan pemerintah dapat membangun sinergi sehingga kegiatan literasi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama pelajar dan generasi muda.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Dongeng Mandar, Fadly Idris, mengapresiasi respons Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terhadap rencana kegiatan tersebut.
Menurut Fadly, keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi dan gagasan komunitas menjadi langkah penting untuk membangun kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat.
“Bukti nyata pemerintah seperti ini yang dibutuhkan masyarakat. Setelah audiensi yang didampingi langsung oleh Dinas Perpustakaan, kami juga diarahkan ke Dinas Pendidikan untuk bersinergi secara konkret dalam mendukung pelaksanaan event di tengah masyarakat,” tutup Fadly.
Festival Dongeng Mandar 2027 diharapkan menjadi ruang bagi pelajar dan pemuda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bercerita, serta kecintaan terhadap literasi dan budaya lokal.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pelestarian tradisi dongeng Mandar sebagai bagian dari kekayaan budaya Sulawesi Barat.
