Menu

Dark Mode
Dua Pelaku Pelecehan Seksual Anak Disabilitas di Jakarta Timur Ditangkap Polisi

Internasional

Iran Akui Ada Kontak dengan AS, Tegaskan Bukan Negosiasi di Tengah Perang

Perbesar

Karya Indonesia — Menteri Luar Negeri, Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat (AS), baik secara langsung maupun melalui negara-negara kawasan, di tengah konflik yang masih berlangsung.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu (1/4/2026), Araghchi menegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak dapat diartikan sebagai negosiasi formal.

“Saya menerima pesan dari utusan khusus AS Steve Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang dalam negosiasi,” ujarnya.

Ia juga membantah adanya klaim negosiasi tidak resmi yang beredar di luar jalur diplomatik pemerintah. Menurutnya, seluruh komunikasi dengan pihak asing tetap berada di bawah kendali Kementerian Luar Negeri Iran.

Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa tingkat kepercayaan Teheran terhadap Washington berada di titik terendah. Ia merujuk pada pengalaman masa lalu, khususnya kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action yang dinilai tidak berjalan sesuai komitmen.

“Kami tidak memiliki keyakinan bahwa negosiasi dengan AS akan membuahkan hasil. Tingkat kepercayaan berada di titik nol,” tegasnya.

Senada dengan itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya memiliki keinginan untuk mengakhiri perang, namun membutuhkan jaminan keamanan yang konkret agar konflik tidak kembali terulang.

Sementara itu, dari pihak AS, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyampaikan sikap keras bahwa Washington tetap membuka jalur diplomasi, tetapi siap melanjutkan tekanan militer jika diperlukan.

“Meskipun kami ingin mengamankan kesepakatan dan membuka Selat Hormuz, kami siap bernegosiasi dengan bom,” ujarnya dalam konferensi pers.

Terkait situasi di Selat Hormuz, Araghchi menegaskan bahwa jalur tersebut secara geografis berada dalam wilayah strategis Iran dan Oman, sehingga penggunaannya dalam konteks perang dinilai wajar.

Ia menyebut pembatasan akses hanya ditujukan bagi kapal yang terkait dengan negara yang berkonflik dengan Iran.

“Hanya untuk kapal-kapal mereka yang berperang dengan kami, selat ini ditutup. Itu hal yang normal dalam situasi perang,” jelasnya.

Namun, ia mengakui banyak kapal dari negara lain memilih menghindari jalur tersebut akibat meningkatnya risiko keamanan dan lonjakan biaya asuransi.

Menanggapi laporan kemungkinan operasi darat AS, Araghchi menyatakan Iran tidak gentar dan siap menghadapi segala bentuk eskalasi.

“Kami menunggu mereka. Saya tidak berpikir mereka akan berani. Akan ada kekuatan besar yang menunggu mereka,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Iran memiliki kesiapan penuh, terutama jika konflik berkembang menjadi pertempuran darat.

Araghchi juga mengungkapkan bahwa hingga kini Iran belum memberikan respons atas proposal 15 poin yang diajukan AS, termasuk terkait pembatasan misil dan program nuklir.

“Iran belum menanggapi proposal tersebut, dan kami juga belum mengajukan persyaratan apa pun,” ujarnya.

Teheran tetap pada posisinya bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui penghentian total serangan, bukan sekadar gencatan senjata sementara.

Situasi ini menempatkan konflik di kawasan Timur Tengah pada fase krusial, dengan dampak besar terhadap stabilitas global, terutama terkait jalur energi dunia yang bergantung pada Selat Hormuz.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trump Siap Akhiri Operasi Militer, Meski Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Dibuka

31 March 2026 - 16:03 WIB

Iran Ubah Taktik Perang, Siap Gunakan Rudal Berhulu Ledak Lebih dari 1 Ton

10 March 2026 - 11:05 WIB

Iran Luncurkan Rudal ke Israel Usai Pengangkatan Pemimpin Tertinggi Baru

9 March 2026 - 14:35 WIB

Eskalasi Perang Israel-AS dan Iran Berlanjut, Teheran dan Pangkalan AS Jadi Sasaran

3 March 2026 - 22:24 WIB

IRGC Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Hubungan AS–Iran

18 February 2026 - 11:22 WIB

Trending on Internasional