Karya Indonesia – Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi resmi menetapkan periode 2026–2027 sebagai Tahun Diplomasi Pendidikan dan Kebudayaan India–Indonesia atau “Tahun Tagore-Dewantara”.
Penetapan tersebut menjadi simbol penguatan hubungan kedua negara melalui kerja sama pendidikan, kebudayaan, riset, dan pertukaran masyarakat.
Pengumuman itu disampaikan dalam pernyataan bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
PM Narendra Modi menjelaskan bahwa penamaan “Tahun Tagore-Dewantara” merujuk pada dua tokoh besar yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, yakni Rabindranath Tagore dan Ki Hajar Dewantara.
Menurut Modi, hubungan kedua tokoh tersebut telah menjadi fondasi kuat persahabatan Indonesia dan India jauh sebelum kedua negara memperoleh kemerdekaan.
Ia mengenang kunjungan bersejarah Rabindranath Tagore ke Taman Siswa di Yogyakarta pada Agustus 1927, ketika bertemu dengan Ki Hajar Dewantara.
Momen tersebut dinilai memiliki pengaruh besar terhadap hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Kedua negara kita akan merayakan dengan penuh antusias kunjungan bersejarah Rabindranath Tagore ke Indonesia seratus tahun yang lalu. Pertemuannya dengan Ki Hajar Dewantara memberikan kontribusi besar bagi hubungan kedua bangsa, khususnya di bidang pendidikan,” ujar Modi.
Presiden Prabowo menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, Tahun Tagore-Dewantara menjadi bukti eratnya hubungan peradaban Indonesia dan India yang telah terjalin sejak lama.
“Berbagai inisiatif ini mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin antara Indonesia dan India. Pada saat yang sama, kita bertekad meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan, riset, teknologi, kebudayaan, serta hubungan antarmasyarakat,” kata Prabowo.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin juga menyepakati sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi.
Presiden Prabowo menyatakan dukungannya terhadap rencana pendirian kampus Indian Institutes of Management (IIM) di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penjajakan pendirian kampus Indian Institutes of Technology (IIT), yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi terbaik di dunia.
“Baik Perdana Menteri Modi maupun saya mendukung pendirian kampus Indian Institutes of Management dan juga menjajaki kemungkinan pendirian Indian Institutes of Technology di Indonesia,” ujar Presiden.
Selain pengembangan institusi pendidikan, kedua negara juga sepakat memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di India melalui peningkatan program beasiswa dan kerja sama akademik.
Kerja sama ini diharapkan semakin mempererat hubungan strategis Indonesia dan India, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan.
